Header


Delegasi Tabayun
Download Relaas Delegasi Tabayun


SIPP PA SIDRAP
Sistem Informasi Penelusuran Perkara PA Sidenreng Rappang


putusan.mahkamahagung.go.id
Portal Akses Informasi Putusan di Lingkungan Peradilan

 
komdanas.mahkamahagung.go.id
Portal Komunikasi Data Nasional di Lingkungan Peradilan

×

Error

Could not load feed: https://www.pta-makassarkota.go.id/seputar-pengadilan-agama/feed/rss/

Visi dan Misi Pengadilan Agama Sidrap

 

-   VISI

Visi Pengadilan Agama Sidenreng Rappang adalah terwujudnya Pengadilan Agama Sidenreng Rappang yang bersih, mandiri dan professional.

Bersih diwujudkan dalam melaksanakan tugas pokoknya, tercipta lingkungan yang bersih baik dari segi non fisik maupun fisik.Mandiri bermakna Pengadilan Agama Sidenreng Rappang dalam melaksanakan tugas pokonya bebas dari campur tangan kekuasaan pemerintah, bebas dari rekomendasi lainnya serta bebas dari pengaruh siapun.

Profesional, mengandung makna bahwa aparat Pengadilan Agama Sidenreng Rappang harus memberikan pelayanan yang baik dan bijaksana. Karenanya aparat Pengadilan Agama Sidenreng Rappang dituntut untuk meningkatkan dan mengembangkan Sunber Daya Manusia sehingga menjadi tenaga professional baik dalam tugas yudisial maupun non yudisial.

 

-    MISI

Dalam upaya pencapaian visi tersebut, telah ditetapkan pula misi Pengadilan Agama Sidenreng Rappang sebagi berikut :

  1. Mewujudkan Pengadilan Agama Sidenreng Rappang yang bebas dan tidak memihak.
  2. Melaksanakan proses berperkara yang sederhana, cepat dan biaya ringan.
  3. Memberikan pelayanan hukum yang prima.
  4. Meningkatkan sumber daya aparatur peradilan.
  5. Mewujudkan peradilan yang berkualitas dengan lingkungan yang bersih, aman dan nyaman.

Adapun makna yang terkandung dalam misi tersebut adalah :

  1. Mewujudkan Pengadilan Agama Sidenreng Rappang yang bebas, mandiri dan tidak memihak bermakna bahwa dalam melaksanakan tugas pokoknya harus bebas, mandiri dalam artian bebas dari campur tangan pihak kekuasaan pemerintahan lainnya, bebas dari rekomendasi pihak ekstra yudisial dan bebas melaksanakan wewenang yudisial. Akan tetapi sifat kebebasannya tersebut “tidak mutlak” artinya bahwa kebebasan itu dibatasi oleh hukun acara, asas dan norma hukum, sehingga tujuan kebebasan dan kemandirian tersebut tidak diselewengkan untuk mengantisipasi sifat “Keakuan dan kecongkakan kekuasaan (Arrogance of Power), agar aparat Pengadilan Agama Sidenreng Rappang dalam melaksanakan kekuasaan kehakiman tidak memihak dan hanya berpihak kepada kebenaran dalam menegakkan hukum dan keadilan.
  2. Melaksanakan proses berperkara yang sederhana, cepat dan biaya ringan bermakna bahwa proses pemeriksaan suatu perkara mulai dari tahap penerimaan sampai pada tahap penyelesaian, harus dengan prosedur yang sesederhana mungkin, cepat serta tepat waktu disertai pembebanan biaya ringan serta menghindari kesan yang dianggap mempersulit pencari keadilan baik kesulitan itu menyangkut kesiapan waktu maupun menyangkut kesiapan biaya perkara. Namun penerapan asas tersebut bukan sekedar menitik beratkan pada unsur kecepatan dan biaya ringan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana aparat Pengadilan Agama Sidenreng Rappang dapat memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat pencari keadilan tentang sesuatu yang harus dipenuhi agar proses pemerikasaan perkaranya dapat berjalan dengan baik tanpa kesulitan.
  3. Memberikan pelayanan hukum yang prima, ini bermakna bahwa aparat Pengadilan Agama Sidenreng Rappang dalam memberikan pelayanan hukum, harus profesional dan objektif serta penuh tanggung jawab. Hal ini sangat penting karena, tidak akan mungkin dapat memberikan pelayanan hukum dengan baik, jika aparat Pengadilan Agama Sidenreng Rappang tidak memiliki modal kerja yang cukup, apalagi tidak ada rasa tanggung jawab dan profesionalisme, sehingga kemampuannya untuk memberikan pelayanan hukum masih sangat terbatas.
  4. Meningkatkan sumber daya aparat Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, bermakna bahwa aparat Pengadilan Agama Sidenreng Rappang harus senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, baik melalui pendidikan formal, maupun pengalaman bekerja (non formal). Selain itu, aspek lain yang harus dipertimbangkan dalam meningkatkan sumber daya aparatur peradilan, adalah integritas moral, keterampilan dan kematangan intelektual.
  5. Mewujudkan peradilan yang berkualitas dengan lingkungan yang bersih, aman dan nyaman, bermakna bahwa untuk mewujudkan Pengadilan Agama Sidenreng Rappang yang berkualitas, bukan hanya dilihat dari penanganan dan pelayanan hukum yang baik, tetapi tidak kalah pentingnya, bagaimana dapat mewujudkan suatu suasana lingkungan peradilan yang bersih, baik dalam artian fisik, maupun dalam artian non fisik. Disamping itu, misi ini bermakna pula, bahwa mewujudkan Pengadilan Agama Sidenreng Rappang yang berkualitas, harus didukung dengan lingkungan yang aman dan nyaman dengan memperbaiki dan meningkatkan hubungan kerja sesama aparat peradilan, sesuai job dan tanggung jawab masing-masing, serta memiliki sifat kebersamaan yang tinggi sehingga suasana lingkungan peradilan, benar-benar bersih dan terasa aman dan nyaman.
JoomShaper